WajoTerkini.Com Terdaftar Kepesertaan BPJS Ketenegakerjaan
Berita Terkini

Menanti Efek Revitalisasi Danau Tempe

WAJOTERKINI.COM– Memasuki Mei, curah hujan diprediksi meningkat. Volume air Danau Tempe beberapa hari terakhir terpantau naik. Kini, warga yang bermukim di sekitar pesisir Danau Tempe kembali siap siaga. Khususnya di lima kecamatan, yakni Tempe, Tanasitolo, Sabbangparu, Pammana dan Belawa.

Efek banjir tidak hanya menghambat aktivitas warga, tapi juga berdampak pada sektor pertanian. Lahan lahan warga, dan persawahan terancam tergenangi air, khususnya tanaman palawija yang menjadi andalan petani di wilayah pesisir. Harapan warga pesisir, dulu sebelum dirilis proyek bendungan gerak, adalah revitalisasi Danau Tempe.

Proyek Revitalisasi Danau Tempe yang ditargetkan rampung pada Bulan April 2019 lalu. Proyek ini dirilis oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara revitalisasi Danau Tempe terletak di tiga Kabupaten yakni Wajo, Soppeng, dan Sidrap dengan luas lahan 13.000 hektare.

Proyek ini berangkat dari kekhawatiran pengamat lingkungan bahwa bahwa Danau Tempe merupakan salah satu danau kritis yang ada di Indonesia. Kondisi Danau Tempe mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali dan okupansi lahan.

Pekerjaan revitalisasi Danau Tempe dilakukan oleh KSO PT Nindya dan FAF dengan anggaran sebesar Rp. 283,98 Miliar. Lalu dampak yang dirasakan oleh warga pesisir Danau Tempe, kini dirasakan. Nelayan-nelayan mengeluh akibat tidak melimpahnya ikan ikan danau, bahkan nelayan cenderung susah mencari ikan lagi di danau.

Sejak beberapa bulan terakhir ini, kami sulit mencari ikan. Biasa kami menggunakan lanra (sejenis alat tangkap ikan, red) dan jala. Tapi ikan memang tidak melimpah seperti dulu,” keluh Mappa (45) tahun, seorang nelayan yang beraktivitas di pesisir Danau Tempe.

Data yang dihimpun Wajo terkini, saat ini sejumlah daerah di Kabupaten Wajo telah terendam banjir. Padahal, intensitas hujan masih tidak setinggi tahun tahun sebelumnya. Sedikitnya sudah ada 23 Desa/Kelurahan yang tersebar di lima kecamatan terendam banjir dan sedikitnya 39.623 jiwa yang terancam terkena dampak banjir.

Data yang dihimpun oleh Wajo Terkini, yang dirilis sejumlah media nasional, pada tahun 2016 saja sebanyak 1.712 rumah warga tergenang air, 760 hektar sawah dan kebun warga turut tergenang, dan kerugian ditaksir mencapai Rp 2 Miliar. Akumulasi dampak banjir hampir dirasakan warga setiap tahunnya, kini warga menanti efek revitalisasi apakah berdampak pada volume air, karena Danau Tempe sudah mengalami proses pengerukan, atau justru sebaliknya?(RED)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close