Liputan Khusus

Upaya Pemkab Wajo dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

WajoTerkini.Com, Sengkang- Kurang lebih 8 bulan Indonesia digoncang virus Covi-19 termasuk daerah Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, berbagai macam solusi dilakukan Pemerintah Kabupaten Wajo mulai dari pencegahan penyebaran Covid-19 sampai persoalan ekonomi masyarakat yang terkena dampak dari virus asal Wuhan China ini.

Berasarkan data yang dihimpun, hingga saat ini, kasus terkonfirmasi Covid- 19 di Kabupaten Wajo cukup meningkat. Tercatat sudah ada 191 kasus terkonfirmasi, 186 orang dinyatakan sembuh, dan 3 orang meninggal dunia.(29/10). Sehingga kasus Covid-19 di Kabupaten Wajo tercatat dua kasus kesemuanya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Terkait hal itu, pemerintah daerah tentu harus ikut andil dan membantu masyarakat, baik untuk tekan penyebaran virus tersebut maupun untuk bertahan secara ekonomi.

Usaha Pemerintah Kabupaten Wajo dalam menekan penyebaran virus Covid-19

Pada awal pandemi covid-19, Bupati Wajo, H. Amran Mahmud mengeluarkan edaran pemberhentian kegiatan di rumah-rumah ibadah, sekolah, kantor-kantor dan cafe-cafe, bahkan pelabuhan Bangsalae Siwa-Tobaku Sulawesi Tenggara ditutup sementara dan semua perbatasan diperketat dengan penjagaan 24 jam dengan membentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Pada awal Mei, Pemkab Wajo mulai melonggarkan hal tersebut, hal itu dibuktikan adanya surat edaran tertanggal 8 Mei 2020, nomor;510/152/disprindagkop dan UKM tantang aktivitas pelaku usaha dan pengunjung pasar, toko, mini market, dan mall dalam Pandemi Covid-19 namun disertai syarat-syarat tertentu.

Menyusul surat edaran tertanggal 28 Mei 2020, nomor;450/175/kesra tantang aktivitas ibadah di masjid dalam Pandemi Covid-19 disertai syarat-syarat tertentu.

Namun dalam masa New Normal masyarakat di Kabupaten Wajo masih banyak kurang memahami pentingnya penerapan 4M: memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo keluarkan peraturan bupati (Perbup) No. 87 2020 pada 27 Agustus 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019.

Dalam Peraturan Bupati tersebut, ditetapkan denda administratif bagi yang melenaggar protokol kesehatan. Bagi perorangan, pelanggar harus melakukan kerja sosial selama 1 jam atau membayar denda administratif  50 Ribu per pelanggaran. Sementara bagi pelaku usaha, pengelola , atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum, akan diberikan teguran secara lisan atau tertulis pada pertama kali terjadi. Namun apabila dalam tiga hari tidak diperbaiki, maka diberikan denda, mulai dari Rp.100.000 ribu bagi usaha kecil sampai Rp.500.000 ribu bagi usaha besar.

Namun sebelum Perbup itu diterapkan Pemkab Wajo lakukan sosialisai kepada masyarakat dengan melibatkan Satpol PP, Kepolisian dan TNI.

Sosialisasi Perbup No. 87 2020 Terkait Penerapan dan Penegakan Protokol Kesehatan

“Sebelum kita terapkan Perbup itu, sebelumnya kita lakukan sosialiasi bersama pihak terkait, seperti mendatangi tempat keramaian lapangan merdeka Sengkang, Warkop-Warkop,”ucap Yosep salaku Kabid Satpol PP Kabupaten Wajo pada saat ditemui di Lapangan Merdeka Sengkang.(24/10).

Lanjut Yosep mengatakan untuk mempertegas penertiban protokol kesehatan Covid-19, Satpol PP bersama Polri telah sering turun ke cafe dan warung kopi (warkop) dan melakukan sweeping pemakaian masker. Pengunjung yang tidak memakai masker disuruh pulang dan ambil masker. “Sejumlah titik yang telah disweeping pada malam hari termasuk Time out, Garden cafe, Warkop pada idi mua, Warkop labolong, Sallo mall dan Lapmer,”ungkapnya.

Tempat yang sama Sariana salahsatu Personil Satpol PP dalam kesempatan itu, menambahkan terkait rekapitulasi penerimaan sanksi administrasi (denda) penerapan Perbub No. 87 tahun 2020, mulai tanggal 01 – 08 Oktober 2020.”dari tanggal 1 sampai 8 Oktober  jumlah pelanggar 213 orang dengan jumlah denda Rp. 10.850.00, dan adapun uang denda ini akan dimasukkan dalam APBD untuk dikelola sebagaimana mestinya,” jelasnnya.

Terpisah, salahsatu pelaku usaha yang ada di kota Sengkang Kabupaten Wajo mengaku bahwa tempat usahanya sudah didatangi personil gabungan penegakan protocol kesehatan“personil gabungan penegakan protocol kesehatan sudah pernah datangi tempat usaha kami, ia menghimbau dimana setiap tempat usaha harus menyediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung, dan penegasan menggunakan masker ,menjaga jarak, dan tidak berkerumun dan kesemua itu kami sudah lakukan,“ungkap Ahmad selaku pemilik warkop yang pernah terjaling razia masker, pada WajoTerkini.Com.(25/10).

Upaya Pemerintah Kabupaten Wajo terkait penanganan ekonomi masyarakat tengah Pandemi Covid-19

Menghadapi darurat ekonomi masyarakat tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Wajo mendirikan Posko Bantuan Logistik Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 di Jl. Jend. Ahmad Yani Sengkang Kabupaten Wajo.

Wawancara Jubir GTPP Covid-19 terkait penangan Covid-19 di Wajo

Menurut Supardi, Jubir GTPP Covid- 19 Kabupaten Wajo, perusahaan Energy Equity Epic Sengkang (EEES) menyalurkan bahan pokok, alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan di Posko Bantuan Logistik Gugus Tugas Pengendalian Covid-19.

Penyerahan Bantuan Sosial dari EEES di Posko Logistik Covid-19

“Salah satunya Perusahaan EEES menyalurkan bantuan. di mana Field Oprations Manager EEES, Hadayullah Hamid menyerahkan bantuan dan itu diterima langsung oleh Bupati Wajo, H. Amran Mahmud, dan Wakil Bupati Wajo, H. Amran, beserta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wajo, Zahran, dan Kepala Dinas Kesehatan Hj. Siti Ramlah pada saat itu,”jelas Supardi pada saat ditemui WajoTerkini.Com di Warkop Acci Sengkang.(13/9).

“Bantuan yang disalurkan EEES berupa bahan pokok nilainya sekitar Rp 34 juta, APD dan alat kesehatan senilai Rp 75 juta lebih, 80 buah Rapid Test dengan harga Rp 23 juta, dan 250 buah masker N95 dengan harga Rp 19 juta. Bantuan bahan pokok terdiri dari beras, telur, mie instant, minyak goreng, ikan kaleng dan sirup, sedangkan APD dan alat kesehatan terdiri dari masker N95, baju hazmat, masker bedah, masker non medis, safety goggle, hand sanitizer dan desinfektan serta Alat Diagnostik Rapid Test. Dan diketahui juga bahwa H. Alias Side selaku pemilik Wisma Lia Santi juga ikut serta menyalurkan bantuan social 200 rak telur kepada masyarakat Wajo,”lanjutnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Pemkab Wajo mengfasilitasi penerimaan bantuan kepada Masyarakat dari pusat seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Masing-masing 600 per KK selama 4 Bulan.

Untuk diketahui berdasarkan data dihimpun, penerima BST di Kabupaten Wajo berjumlah 30.406 KK.(Muh Akbar)

 

Penulis merupakan peserta terpilih dari “Program Jurnalisme Pelayanan Publik di MasaCOVID-19”oleh GIZ Jerman dan KemenPAN RB.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close